-->

BERATUS KILOMETER JAUH DARI DIA

 

Sendiri merenungi kebesaran ciptaan Allah SWT di tempat Wisata Laut Pangandaran
Sendiri

Pagi menyapa berpuluh kilometer jauh dari keluarga, menikmati indahnya alam pantai, terkagum dengan ciptaan Yang Maha Kuasa, deburan ombak berdentum susul menyusul bergema, seakan menyambutku tiba disana.
 
Canda ceria teman rombongan yang datang bersama, menambah ceria suasana, semua bergembira tercermin dari berbagai tingkah mereka, diekspresikan dengan berbagai cara, ada yang mengelilingi pantai, ada yang duduk sambil bercengkrama tidak lupa menikmati cemilan dan jajan, jajanan yang dijajakan pedagang di sana serta tentu saja yang paling utama mencari spot unuk foto bersama sampai selfie agar kenangan dapat diabadikan oleh kamera dan dapat dikirim pada keluarga.
 
Akupun ikut mengabadikan momen itu agar menjadi kenangan, dan dikirim pada keluarga disertai kabar bahwa aku telah tiba ditujuan dengan selamat serta minta doa agar kami bisa kembali dengan selamat
 
Sendiri, ku meminta teman memfoto aku sendiri sambil melihat lautan lepas yang tak terlihat ujungnya.Ada hampa menelisik jiwa, ada sepi menyapa diri, terasa ada ada yang kurang, dan membuat aku tertegun untuk merenung mengingat-ngingat apa yang kurang.
 
Biasanya ketika aku bepergian jauh beratuskilometer dari rumah, dia selalu menyertai menggemgam tangan ini, mendampingi kemana kaki melangkah.Hari ini aku sendiri tampa dia menyertai memenuhi undangan mengemban tugas. baru kusadari bahwa tampa dia aku merasa seakan ada sebagian jiwa yang tertinggal.
 
Kemarin ku percayakan diri untuk pergi, memenuhi undangan tugas untuk mendampingi.Aku kuatkan hati agar belajar mandiri, tak mungkin selalu ingin bersama dia kemanapun aku pergi, dan demikian juga tak mungkin aku selalu mengikuti kemana dia pergi, karena kami masing-masing memiliki tugas yang harus dipenuhi.
 
Walau berusaha untuk berbaur menikmati keceriaan, rasa kesendirian itu tetap menyapa, menelisik jiwa menghadirkan hampa, mungkin ini belum terbiasa




LihatTutupKomentar